Kliping Pekan ke-27 (Piala Dunia 2010)

Adidas, Nike dan Puma raup untung besar

AdidasAdidas menjadi penyuplai utama kaus tim nasional Spanyol, namun Sang pencetak gol kemenangan Andres Iniesta menggunakan sepatu Nike

Adidas boleh saja mengaku sebagai juara dunia karena menjadi penyuplai utama kaus tim nasional Spanyol.

“Adidas adalah juara dunia. Hasil yang kami peroleh sangat luar biasa,” kata seorang juru bicara Adidas kepada kantor berita AFP.

Selain menjadi ‘juara dunia’, perusahaan produk olah raga asal Jerman ini mentargetkan penjualan seluruh produknya termasuk bola Jabulani hingga 1.9 miliar dolar di seluruh dunia.

Adidas sejauh ini telah menjual 1,2 juta lembar kaus tim nasional Jerman, lebih dari satu juta lembar kaus tim nasional Meksiko, Argentinda dan Afrika Selatan plus satu juta lembar kaus tim nasional Matador.

Namun, keberhasilan Adidas meraup keuntungan finansial luar biasa ini tidak membuat pesaing utamanya Nike berkecil hati.

NikeNike, yang menyuplai kuas resmi tim nasional Belanda yang kalah dari Spanyol di babak final, menekankan sebuah fakta menarik yaitu gol kemenangan Spanyol dibuat oleh sepatu buatan Nike yang digunakan Andres Iniesta.

“Di lapangan pertandingan fakta membuktikan lebih banyak sepatu bermerek Nike ketimbang merek lain. Sekitar 47 persen sepatu yang digunakan adalah Nike dan 32 persen Adidas,” kata Charles Brooks, juru bicara perusahaan asal Amerika Serikat ini.

Brooks menambahkan dalam urusan sepatu sepak bola maka kompetisi dimenangkan Nike. Dia menekankan pertumbuhan penjualan Nike yang mencapai 39 persen dalam kuartal pertama 2010 dibanding periode sama tahun lalu.

Namun, tak hanya Adidas dan Nike yang mengklaim kesuksesan. Perusahaan Puma asal Jerman yang menjadi penyuplai produk olah raga terbesar ketiga dalam Piala Dunia 2010, juga mengaku meraup untung besar.

“Kami sangat senang, karena Piala Dunia kali ini memberi kami hasil positif,” kata Direktur Komunikasi Puma, Ulf Santjer.

“Kami bahkan memperkuat keberadaan kami di posisi ketiga pasar produk sepak bola,” tambah Santjer.

PumaDengan tujuh negara yang menggunakan produk Puma, termasuk semi finalis Uruguay, maka produk berlambang harimau puma ini tampil dalam 26 dari 64 pertandingan Piala Dunia.

Jumlah itu setara dengan 39 jam tampil gratis di hadapan kamera yang disaksikan ratusan juta penonton di seluruh dunia.

“Puma juga merupakan sponsor utama tim-tim Afrika. Dan sukses Ghana menembuh perempat final menunjukkan bahwa sepakbola Afrika kini menempati level tinggi,” tandas Santjer.

Sukses produk elektronik

Iniesta mencetak gol dengan mengenakan sepatu produk Nike

Ternyata keuntungan tak hanya milik produsen kaus dan sepatu sepakbola, kesuksesan juga dirasakan para produsen barang-barang elektronik.

Perusahaan eletronik Jepang Sony yang menjadi partner resmi FIFA di Afrika Selatan juga mengklaim sukses besar.

“Tak hanya karena kami menjadi partner resmi turnamen, namun juga karena untuk pertama kalinya kami berhasil menampilkan gambar tiga dimensi di seluruh dunia,” kata salah satu juru bicara Sony di Tokyo.

“Keberhasilan itu memiliki dampak yang sangat besar terhadap penjualan televisi tiga dimensi,” kata sang juru bicara yang tidak disebutkan namanya itu.

Sementara itu, perusahaan panel sinar matahari Cina Yingli Solar juga mengatakan turnamen empat tahunan itu sangat membantu dalam memperkuat merek dagangnya.

“Pengaruh Piala Dunia sangat positif. Reaksi dari para klien kami, industri dan publik pada umumnya sangat bagus,” kata Wakil Presiden Pemasaran Yingli Solar, Jason Liu.

————————————————-

Afrika dan Jerman Patut Bangga dengan Prestasi di Piala Dunia 2010

Empat pekan lamanya, perhatian fans sepak bola terarah ke Afrika Selatan. Minggu (11/07), Piala Dunia FIFA 2010 berakhir. Neraca apa yang ditarik dari pesta sepak bola dunia yang pertama kali digelar di Afrika itu?

Piala Dunia 2010 mencetak juara baru: Spanyol, kesebelasan yang kurang meyakinkan di babak awal, tapi prestasinya semakin membaik hingga babak final, dengan menaklukkan Belanda 1-0 lewat babak perpanjangan. Setelah sebelumnya menundukkan Jerman 1:0 di babak semifinal.

Bagi tim Panser Jerman, yang pagi tadi sudah mendarat di bandara Frankfurt, posisi ke tiga Piala Dunia adalah hasil yang baik. Seperti yang disampaikan pelatihnya Joachim Löw, “Bagaimana tim muda ini bekerja secara konsekuen, bagaimana mereka percaya akan dirinya sendiri, dan bagaimana kami dalam banyak pertandingan bermain secara ofensif dan mencetak banyak gol. Dilihat dari situ hasilnya sungguh sangat, sangat memuaskan.”

Padahal sebelum Piala Dunia mulai digelar, kekhawatiran menerpa kubu Jerman dengan banyaknya pemain yang cedera, termasuk kapten tim Michael Ballack. Sementara Klose, Podolski dan sejumlah pemain lain, tidak berada pada kondisi terbaik. Tapi itu semua berubah selama empat pekan terakhir. Bahkan bintang baru Thomas Müller yang berusia 20 tahun, sekarang terpilih sebagai top scorrer sekaligus pemain muda terbaik Piala Dunia 2010.

Piala Dunia tahun ini merupakan pil pahit terutama bagi Italia, Perancis dan tim-tim Afrika, termasuk tuan rumah Afrika Selatan. Hanya Ghana yang berhasil melaju ke babak perempat final. Namun Afrika tetap dipuji. “Afrika dapat bangga telah mengorganisir Piala Dunia ini,” demikian dikatakan Ketua FIFA Joseph Blatter.

Afrika dapat bangga. Tapi sebaliknya FIFA tidak. Banyak hal yang meninggalkan kesan buruk bagi Federasi Internasional Persatuan Sepak Bola ini. Gol yang tidak diakui, penentuan posisi offside yang tidak adil, wasit yang tidak sepakat dalam mengeluarkan kartu kuning dan merah. Bagi dunia perwasitan, Piala Dunia tahun 2010 ini tidak memberikan citra yang baik, juga tidak bagi FIFA. Penggunaan sarana bantuan teknis sangat diperlukan.

Selain itu, tiket stadion-stadion indah dan modern di Afrika Selatan sering tidak habis terjual, rumput-rumput di sejumlah lapangan pertandingan, tidak memenuhi kriteria Piala Dunia. Meskipun demikian, kekhawatiran sebelumnya dalam masalah keamanan, tidak terjadi.

Walaupun harapan dari segi prestasi olahraga, bahwa Piala Dunia 2010 akan dapat menjadi pesta Piala Dunia Afrika tidak terpenuhi, secara garis besar, pesta akbar sepak bola itu adalah pesta olahraga yang indah, penuh warna dan menarik. Suatu keuntungan bagi Afrika, demikian pendapat Charles Akonnor, mantan pemain Liga Utama sepak bola Jerman asal Nigeria. “Tadinya tidak ada yang percaya bahwa Afrika Selatan dapat menyelenggarakan pesta olahraga ini. Saya percaya, banyak yang berubah sejak Piala Dunia ini, terutama di Afrika Selatan. Saya sangat optimis. Saya pikir, akan banyak investor yang datang dan negara itu sendiri akan lebih kuat dari sebelumnya.”

Namun belum diketahui, berapa utang yang ditinggalkan FIFA dan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Sejumlah stadion sudah pasti tidak akan dipergunakan, sementara stadion-stadion tersebut akan terus membutuhkan biaya perawatan. Biaya listrik di Stadion Green Point di Capetown misalnya, antara September tahun 2009 hingga Maret tahun 2010 saja sekitar 280 ribu Euro. Selama penyelenggaraan Piala Dunia, penggunaan listrik semakin meningkat. Dan para pembayar pajak di Afrika Selatan lah yang harus menanggung biaya tersebut.

Andreas Ziemons/Dyan Kostermans

Editor: Hendra Pasuhuk

———————————————–

Pahlawan dan Pecundang di PD 2010

PD 2010, world cup, juara, trofi, gelar, pahlawan, pecundang, Spanyol, Belanda, Jerman, Uruguay, Argentina, Brazil, Inggris, Casillas, Iniesta, Fabregas, Sneijder, Webb, Oranje, Afsel, statistik, data

JOHANNESBURG – Piala Dunia (PD) 2010 sudah berakhir kemarin. Ajang empat tahunan yang digelar di Afrika Selatan itu akhirnya melahirkan juara baru, Spanyol. Sehari berselang, sejumlah catatan tersisa pun masih bisa dihadirkan dari even sepakbola terbesar sejagad itu.

Yang pasti, Piala Dunia yang kali pertama dilaksanakan di Benua Afrika itu menghadirkan momen-momen tak terlupakan. Baik yang karena penamilannya cemerlang, atau sebaliknya karena penampilannya jauh dari harapan. Berikut daftar pahlawan dan pecundang PD 2010 versi Reuters:

Pahlawan

Andres Iniesta

Seumur hidup gelandang timnas Spanyol ini tentu tidak akan bisa melupakan golnya ke gawang Belanda di menit ke-116 kemarin ini hari WIB. Sebab gol itu mengantarkan Spanyol mencetak sejarah kali pertama menjadi juara Piala Dunia.

Tapi tentu tidak itu saja catatan manis pemain Barcelona itu di Piala Dunia 2010. Gelandang kreatif yang tak kenal lelah turun di semua laga yang dimainkan La Furia  Roja, sebutan timnas Spanyol, dan mencetak dua gol. Selama Piala Dunia Iniesta tiga kali dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam satu pertandingan.

David Villa
Sebelum  Piala Dunia 2010 dimulai, Fernando Torers disebut-sebut bakal menjadi mesin gol bagi Spanyol. Prediksi itu didasarkan pada performa Torres yang konsisten bersama Liverpool. Tapi fakta di lapangan bicara sebaliknya. Torres mandul. Tapi disaat mantan pemain Atletico Madrid itu tak berdaya david Villa muncul sebagai penyelamat Spanyol. Dari delapan gol yang dibukukan Spanyol lima diantaranya diborong Villa.

Nama pemain depan yang baru saja diboyong FC Barcelona dari Valencia itu menempatkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2010 bersama Wesley Sneijder, Diego Forlan dan Thomas Mueller. Tambahan lima gol di Piala Dunia Afsel membuat David Villa total mencetak 43 untuk La Furia Roja dan hanya tertinggal satu gol dari top scorer sepanjang sejarah timnas Spanyol, Raul Gonzalez.

Wesley Sneijder
Pemain tengah Inter Milan ini menjadi ruh permainan timnas Belanda. Saat Arjen Robben masih cedera dan belum bisa dimainkan di babak penyisihan grup Sneijder menjadi motor utama penampilan De Oranje, sebutan timnas Belanda.

Di kuarter final Sneijder tampil luar biasa dengan mencetak dua gol ke gawang tim favorit juara Brazil. Juara Dunia lima kali itu pun kalah dengan skor 2-1 dan harus angkat koper lebih awal dari Afsel. Wesley Sneijder total mencetak lima gol di Piala Dunia 2010.

Joachim Loew
Sebelum putaran final Piala Dunia 2010 digelar, Jerman tidak masuk dalam daftar unggulan. Itu karena Der Panzer, sebutan timnas Jerman, kehilangan beberapa pemainnya yang cedera. Antara lain kapten Michael Ballack, Simon Rolfes, Christian Traesch, dan kiper utama Rene Adler.

Pemilihan pemain depan Miroslav Klose dan Lukas Podolski juga mendapat banyak kritikan karena keduanya tampil kurang meyakinkan bersama klubnya masing-masing. Tapi di tangan Joachim Loew Jerman tampil memesona di Afsel hingga akhirnya meraih posisi ketiga.

Ryan Nelson
Banyak yang memandang sebelah mata ketika Selandia Baru lolos ke putaran final Piala Dunia. Tapi Selandia berhasil tampil mengejutkan. Di antaranya dengan menahan seri juara bertahan Italia dengan skor 1-1. Selandia Baru tercatat sebagai satu-satunya tim yang terkalahkan di Piala Dunia 2010 (semuanya seri). Dan Ryan Nelson menjadi pemain yang layak mendapat pujian atas prestasi Selandia Baru itu. Sebab berkat kehebatannya dalam mengkoordinir lini belakang Selandia Baru lolos dari kekalahan.

Pecundang

Felipe Melo
Piala Dunia 2010 akan menjadi mimpi buruk bagi Felipe Melo. Pemain Juventus itu dinggap sebagai biang kerok kegagalan Brazil. Di babak kuarter final Melo diganjar kartu merah  setalah dengan sengaja menginjak Arjen Robben yang sudah terjatuh di menit ke-73. Saat menghadapi Portugal di babak 16 besar pemain 27 tahun itu harus ditarik keluar di menit-menit awal karena pelatih kawatir dia akan diganjar kartu merah  karena tampil sangat kasar.

Roberto Rosetti
Wasit asal Italia ini membuat kontroversi ketika Argentina mengalahkan Meksiko 3-1 di babak 16 besar. Saat itu wasit yang juga manajer sebuah Rumah Sakit di Torino itu mengesahkan gol Carlos Tevez yang jelas-jelas dalam posisi offside.

Jorge Larrionda
Wasit asal Montevideo Uruguay ini tidak akan pernah dilupakan oleh pendukung timnas Inggris. Larrionda dituding sebagai biang tersingkirnya Inggris di babak 16 besar karena tidak mengesahkan gol Frank Lampard yang jelas-jelas sudah melewati garis gawang Jerman. Inggris kalah 4-1.

Yakubu Aiyegbeni
Striker Nigeria itu membuang peluang yang seharusnya 99,99 persen gol saat melawan Korsel. Kejadin itu melewatkan peluang emas itu disebut-sebut sebagai yang terburuk sepanjang sejarah Piala Dunia. Aiyegbeni yang hanya berdiri beberepa jengkal daria garis gawang, dan tidak ada yang menjaga, sontekannya malah melenceng ke sebelah kiri gawang Korsel.

Wayne Rooney
Sebelum Piala Dunia 2010 dimulai, Wayne Rooney disebut-sebut menjadi kandidat kuat peraih sepatu emas Piala Dunia Afsel dan bisa memimpin Inggris meraih prestasi terbaik. Tapi aopa yang terhaji, striker manchster United itu  tampil loyo dan tak satupun bisa mencetak gol. Inggris pun tersingkir di babakl 16 besar.

Patrice Evra
Dipercaya menjadi kapten timnas Prancis Evra malah menjadi provokator timnya. Bek Manchester United menggalang para pemain yang lain untuk melawan pelatih Raymond Domenech. (ali)

Statistik Piala Dunia 2010

Pemain terbaik                                       : Diego Forlan (Uruguay)
Pemain muda terbaik                          : Thomas Mueller (Jerman)
Kiper terbaik                                           : Iker Casillas (Spanyol)
Tim paling fair play                              : Spanyol
Tim gol terbanyak                                : Jerman (16 gol)
Top scorer                                               : Thomas Mueller (Jerman)
David Villa (Spanyol)
Wesley Sneijder (Belanda)
Diego Forlan (Uruguay)
Tim gol paling sedikit                          : Honduras (tanpa gol)
Aljazair
Tim paling banyak kebobolan          : Korea Utara (12 gol)
Tim paling banyak menembak          : Spanyol (121 tembakan)
Pemain banyak melepas tembakan      : Asamoah Gyan (Ghana)
Tembakan paling banyak satu laga     : Uruguay v Ghana (49 tembakan)
Tembakan paling sedikit satu laga      : Pantai Gading v Portugal (12)
Penyelamatan paling banyak               : Richard Kingson (24 kali)
Tim paling banyak melanggar             : Belanda (126 kali)
Tim paling sedikit melanggar              : Korea Utara (26 kali)
Pemain paling banyak melanggar        : Keisuke Honda (19 kali)
Pemain paling sering dilanggar           : Andres Iniesta (26 kali)
Tim yang paling sering dilanggar        : Spanyol (134 kali)
Laga paling banyak pelanggaran         : Paraguay v Jepang (55 kali)
Laga paling sedikit pelanggaran         : Jerman v Inggris (13 kali)
Tim terbanyak koleksi kartu kuning    : Belanda (22 kartu kuning)
Tim paling sedikit kartu kuning          : Korea Utara (2 kartu kuning)
Laga paling banyak kartu kuning        : Spanyol v Belanda (13 kartu kuning)
Tim terbanyak melakukan passing      : Spanyol (3803 passing)
Pemain dengan passing terbanyak      : Xavi Hernandes (669 passing)
Tim paling jarang melakukan passing : Selandia Baru (663 kali)
Jumlah gol selama turnamen               : 145 gol
Jumlah kartu kuning                            : 246 kartu kuning
Jumlah kartu merah                             :   17 kartu merah
Tim yang tak pernah kalah                  : Selandia Baru

—————————————-

Media Asing Mencincang Oranje

Citra kesebelasan Belanda di media asing tercemar, setelah mereka kalah di final melawan Spanyol. Hujan kartu kuning dan satu kartu merah. Menurut semua media pertandingan berjalan kasar. Terutama, atau hanya tim Oranje saja.

Radio Cadena SER di Spanyol sangat negatip mengenai permainan Belanda. Stasiun radio ini menuduh Oranje ‘main kotor’. Menurut Radio Cadena SER tim pelatih Bert van Marwijk itu sama sekali tidak mirip lagi kesebelasan Belanda yang begitu terkenal  seperti tahun tujuh puluhan.

Harian Katalonia La Vanguardia berpendapat tim Spanyol tidak memperlihatkan permainan yang bagus karena dua alasan. Pertama kegugupan pemain Spanyol sendiri, dan kedua kekasaran dalam permainan Belanda.

Harian-harian Belgia memperparah luka pemain dan fans Belanda. ‘Spanyol memberi Oranje trauma baru setelah 117 menit’, tulis De Morgen. Harian itu menunjuk ke final tahun 1974 dan 1978 di mana Belanda juga kalah. De Standaard menyimpulkan Belanda berduka. Namun ada satu hiburan dalam drama ini: fans Oranje tidak menunggu hasil pertandingan untuk menggelar pesta besar yang meriah dan nasionalistis.

Pindah ke negara tetangga Jerman, harian Frankurter Allgemeine berpendapat Spanyol jarang bisa bermain lancar karena permainan kasar dan kegigihan tim Belanda. Die Tageszeitung menulis kadang-kadang terdengar protes di Soccer City kalau ada lagi seorang Spanyol yang melayang.

Harian tabloid Bild menyebut-nyebut ‘final jelek’. Menurut mereka seharusnya Nigel de Jong kena kartu merah karena ‘tendangan kungfu’ ke dada Xabi Alonso.

Di Inggeris The Daily Telegraph menyebut final Piala Dunia ‘sangat jelek’. Harian itu berpendapat bahwa terutama Belanda yang bersalah karena melakukan banyak pelanggaran. Harian-harian lain di Inggeris juga mencela dengan tajam tim Belanda.

Menurut The Independent tidak perlu sedih karena Belanda tidak menjadi juara dunia. Kesimpulannya Oranje bersedia melakukan apapun untuk mengalahkan tim Spanyol di bawah pimpina pelatih Vicente del Bosque. ‘Suatu keajaiban hanya Johnny Heitinga, pemain belakang Everton, yang satu-satunya mendapat kartu merah’, tulis The Independent.
Koran-koran di Afrika pada umumnya lebih lunak. Cape Times di Afrika Selatan menyebut kesebelasan Belanda ‘tim terbaik yang belum pernah meraih Piala Duna.’

Tayangan di radio dan tv di Ghana memperlihatkan bahwa Spanyol memang wajar menjadi juara dunia. Tapi sebaliknya orang Belanda pahlawan karena nasibnya sama dengan timnas Ghana melawan Uruguay.

Dukungan paling kuat untuk Oranje datang dari masyarakat Kenya. The Daily Nation menulis bahwa kekalahan pukulan yang menyakitkan buat orang  Belanda. Ucapan presentator tv-show di Kenya paling menarik: “Hari ini saya akan cuci kaus oranyeku karena bernoda air mata.”

——————————————

FIFA: Penampilan Inggris Di Piala Dunia 2010 Yang Terburuk

Organisasi sepakbola dunia itu menempatkan Inggris di posisi ke-13 dari 32 tim yang ambil bagian di Piala Dunia 2010 setelah tersingkir di babak 16 besar oleh Jerman.

Ranking terburuk sebelumnya yang pernah diduduki Inggris adalah peringkat 11 di tahun 1958, dan turnamen tahun ini, peringkat Inggris tujuh level lebih buruk dari dua edisi sebelumnya.

Peringkat FIFA untuk Inggris bisa dipahami mengingat penampilan tim asuhan Fabio Capello di Afrika Selatan tak cukup memesona. Inggris hanya meraih satu kemenangan di fase grup sebelum akhirnya tumbang oleh Jerman dengan skor telak 4-1 di babak 16 besar.

Ada pun untuk peringkat pertama ditempati Spanyol, menyusul sukses mereka memenangi Piala Dunia 2010. Belanda yang menjadi runner up menduduki tempat kedua, disusul Jerman di tempat ketiga dan Uruguay di posisi keempat. Empat posisi berikutnya diisi oleh Argentina, Brasil, Ghana dan Paraguay.

Inilah daftar lengkap rangking FIFA di Piala Dunia 2010:
1. Spanyol
2. Belanda
3. Jerman
4. Uruguay
5. Argentina
6. Brasil
7. Ghana
8. Paraguay
9. Jepang,
10. Cili,
11. Portugal
12. Amerika Serikat
13. Inggris
14. Meksiko
15. Korea Selatan
16. Slowakia
17. Pantai Gading
18. Slovenia
19. Swiss
20. Afrika Selatan
21. Australia
22. Selandia Baru
23. Serbia
24. Denmark
25. Yunani
26. Italia
27. Nigeria
28. Aljazair
29. Prancis
30. Honduras
31. Kamerun
32. Korea Utara

Leave a comment

Your comment