Kerjasama CRI dan RRI

Jakarta. VOI News. – Dalam rangka mempererat hubungan bilateral kedua Negara, Radio Republik Indonesia (RRI), kemarin melangsungkan penandatanganan kerjasama di bidang penyiaran dengan  China Radio Internasional . Berikut sambutan  Direktur Utama RRI, Parni Hadi
Saya harap sambutan saya hanya melengkapi betapa sebenarnya erat dan dekat hubungan antara Cina dan Indonesia, satu hal dalam hal budaya. Tadi tuan Wang menyaksikan, tadi warnanya biru, warnanya merah, para penari tadi pakaiannya adalah saya pikir pengaruh dari budaya Cina. Jadi, hari ini Cina dan Indonesia, khususnya China Radio International atau CRI dan RRI, Radio Republik Indonesia, membuat sejarah di tempat yang bersejarah. Apa artinya? Sudah lama sebenarnya keinginan dari kedua radio ini, radio China dan RRI bersama-sama menjadi jembatan udara untuk merukunkan, untuk mendekatkan hubungan antara manusia kepada manusia, people to people communication. Gagasan ini sebenarnya sudah dimulai sejak tiga tahun lalu tatkala saya berkunjung ke Beijing pada ABU General Assembly tahun 2006.

Waktu itu saya berjumpa dengan tuan di kantor pusat CRI, waktu itu kami membicarakan bagaimana kita radio broadcasters bisa mendekatkan hubungan anatara kedua bangsa, yang sudah ratusan tahun,  kita sudah punya hubungan baik antara China dan atau Tiongkok dengan Indonesia, bahkan almarhum Presiden Republik Indonesia, Gus Dur, mengatakan Islam masuk ke Indonesia melalui China. Bahkan beliau mengatakan bahwa presiden adalah keturunan China,  yang jelas beliau mengatakan, beliau mengaku keturunan China juga.

Jadi hari ini kita hanya secara resmi menandatangani sebuah MOU atau Memorandum of Understanding atau Nota Kesepahaman sebenarnya hanya formalitas. Sebenarnya kita telah lama bekerja sama. Hati kita, perasaan kita, sudah lama kita dekat dan sudah lama kita bersahabat serta bekerjasama untuk kemajuan kedua bangsa.

Secara teknis isi kerjasama ini adalah bagaimana kita insan penyiaran RRI dan CRI bersama-sama mendekatkan pemahaman, mendekatkan pengertian, mendekatkan respect, serta mendekatkan kerjasama yang saling menguntungkan. Hadir juga kawan saya, senior saya, pemimpin radio Elshinta, mas Tomo. Radio Elshinta beberapa bulan yang lalu telah melakukan kerjasaam dengan CRI. Beberapa bulan lalu saya diundang untuk menyaksikan kerjasama antara CRI dengan radio Elshinta. Tapi waktu itu saya diberitahu, khusus Elshinta bekerja sama dalam bidang Berita-berita ekonomi atau kisah-kisah ekonomi. RRI tentu mewakili negara Indonesia, kerjasama yang akan kita tandatangani meliputi segala bidang kerjasama, baik ekonomi, politik, sosial, dan terlebih lagi budaya.

Sungguh saya berharap kerjasama ini bisa kita wujudkan segera. Kami akan menerima dengan senang hati seorang tenaga dari CRI bekerja di Jakarta untuk memperkuat siaran luar negeri kami dalam bahasa China. Sebaliknay kami akan mengirim satu staf kami ke Beijing untuk membantu juga siaran bahasa Indonesia di China di China Radio International. Semoga kerjasama antara kedua radio ini meberikan manfaat bagi peningkatan kerjasama ekonomi, politik, sosial, dan budaya antara Tiongkok dan Indonesia. Sekarang kita harus menoleh ke China, maksudnya orang Indonesia, mengapa? China telah lahir sebagai raksasa ekonomi baru.

China as emerged, is a giant economic power. Therefore Indonesia should learn a lot from China. Dulu saya waktu masih kecil diberitahu oleh guru mengaji saya. Saya adalah orang Islam, “belajarlah sampai ke negeri China”. Artinya, kita harus belajar menimba ilmu sampai ke Tiongkok. Sekarang bisa langsung ke China atau langsung mendengarkan siaran RRI dan CRI anda telah belajar dari China secara langsung. Bahkan saya pikir, melalui udara kita bisa membina hubungan lebih dekat lebih erat dan bermanfaat abgi kedua negara.

Sekali lagi Tuan Wang, saya atas nama angkasawan RRI Indonesia menyambut baik, menyambut dengan hangat kehadiran tuan-tuan semua dari China Radio International. Semoga kerjasama ini bermanfaat bagi kemanusiaan. Inti dari sebuah broadcasting adalah humanity. Setelah informing, setelah educating, setelah entertaining, setelah enlightening, setelah advocating, setelah empowering, saya pikir terakhir adalah untuk humanity, untuk perdamaian, untuk kemaslahatan seluruh umat manusia.


Akhirul kalam, terima kasih atas kehadiran Tuan,  semoga pendengar RRI, pendengar CRI setia mengikuti program kami dan mengisi program kami untuk kemajuan bersama. Sekian,  Assalammualikum wrwb. (Tirana/Wahyudi/asep/VOI)

Leave a comment

Your comment