Akhir Hayat Uruzgan FM

Berakhirnya misi militer Belanda di Afghanistan, berarti berakhir pula siaran Uruzgan FM. Empat tahun terakhir Radio Nederland dan stasiun radio pop 3FM membuat siaran harian untuk para tentara Belanda di Afghanistan. Siaran ini bisa didengarkan baik di Afghanistan maupun di Belanda – plus di seluruh dunia lewat internet dan satelit Radio Nederland. Ahad mendatang (01/08) Belanda akan menyerahkan komando di Uruzgan kepada Amerika Serikat.
Siaran radio yang khusus didedikasikan untuk tentara selama misi militer adalah hal baru bagi Belanda. Ini adalah gagasan Peter Veenendaal dari Radio Nederland. Ia sadar, siaran ini akan sangat berarti bagi para tentara yang dikirim ke sana.
“Hal terburuk yang bisa terjadi pada tentara dalam sebuah misi bukan saja terluka atau meninggal, namun juga dilupakan. Merasa bahwa di tanah air tak ada yang peduli soal misi sulit mereka. Karena itulah kami menyusun rencana siaran harian untuk para tentara tersebut.”
Perasaan
Pernyataan tersebut diamini oleh Jendral purnawirawan Dick Berlijn. Berlijn adalah Komandan Tentara pada tahun-tahun awal misi Afghanistan. Uruzgan FM tidak hanya menguatkan ikatan antara tentara dan tanah air, namun juga membuat tentara merasa, warga sipil Belanda bersimpati dengan misi mereka.
“Jika Anda dikirim ke daerah berisiko tinggi dengan kesempatan terluka atau meninggal, lalu Anda kembali ke tanah air dan merasa tak seorang pun peduli dengan perjuangan Anda. Bayangkan, bagaimana perasaan Anda. Itu adalah perasaan terburuk yang tak akan hilang seumur hidup.”
Mandiri
Dalam waktu singkat Uruzgan FM telah membangun banyak relasi. Kementrian Pertahanan Belanda tak punya wewenang mengenai isi siaran. Kementrian Pertahanan justru memutuskan untuk lebih terbuka terhadap pers. Di masa lalu, jurnalis dihalau sejauh mungkin. Sekarang beda, kata Jendral purnawirawan Berlijn.
“Kami mengerjakan misi untuk masyarakat luas, jadi tak ada yang perlu disembunyikan. Jika niat Anda baik dan Anda mengerjakan tugas dengan baik, semua orang boleh tahu apa yang Anda lakukan. Gerbang komunikasi pun terbuka.”
Keterbukaan
Berlijn yakin, keterbukaan adalah cara yang jauh lebih baik ketimbang sembunyi-sembunyi. Sekarang, Radio Nederland dan 3FM berhenti menyiarkan Uruzgan FM. Namun masih banyak tentara Belanda di berbagai tempat, seperti di laut Somalia, Sudan Selatan dan Bosnia. Lanjutan program ini sedang direncanakan: siaran radio untuk semua tentara Belanda yang sedang dalam misi, di seluruh penjuru dunia.
(Sumber: http://www.ranesi.nl/bahasa-indonesia/category/tags-bahasa-indonesia/afghanistan)


