Pemenang Sayembara Xinjiang (2)

Rapat Penghargaan Sayembara Pengetahuan tentang Xinjiang

Waktu Penyelenggaraan sayembara : Agustus sampai Oktober 2009.

Detail  : Dalam sayembara itu CRI khusus memperkenalkan pemandangan alam, perkembangan ekonomi dan sosial serta kebudayaan berbagai etnis di Xinjiang, Tiongkok Barat Laut kepada para pendengar yang menyimak siaran CRI dalam sepuluh bahasa, antara lain, Inggris, Jerman dan Arab.

Pemenang hadiah istimewa : 8 orang pendengar, yaitu dari AS, Turki, Mesir, India, Mongol dan Pakistan

Hadiah   :  Berkunjung gratis ke China selama seminggu.

Wakil Pemimpin Redaksi CRI, Ma Bohui dalam kata sambutannya di depan rapat penghargaan menyatakan, Sayembara Pengetahuan tentang Xinjiang ramai ditanggapi para pendengar di luar negeri. Dia mengatakan: “Sayembara telah mencapai hasil yang memuaskan. Kami total menerima hampir 300 ribu naskah jawaban yang dikirim para peserta di 52 negara dan daerah. Para peserta sayembara mencakupi berbagai kalangan, antara lain, pejabat pemerintah, pekerja media, pengusaha, profesor, insinyur, mahasiswa perguruan tinggi, siswa SMP dan SMA. Para peserta menyatakan, melalui sayembara tersebut, mereka amat merasakan nuansa persatuan dan keharmonisan antar rakyat berbagai etnis, serta pemandangan alam yang indah permai dan adat istiadat yang unik. Dengan berpartisipasi dalam sayembara pengetahuan tentang Xinjiang, mereka diberi gambaran Xinjiang yang asli, tidak sedikit pendengar berharap bisa melancong ke Xinjiang dan dengan mata kepalanya sendiri melihat “jalan sutra” yang melintasi Xinjiang yang selama ini juga terkenal dengan “kampung buah-buahan”.

Ralf Steffen Urbanczyk asal Jerman: “Saya senang sekali mengikuti sayembara tersebut. Sayembara itu membuka cakrawala yang luas bagi saya. Melalui sayembara, saya bertambah banyak pengetahuan tentang Xinjiang. Saya tidak lagi mendengar siaran secara pasif, melainkan berpikir inisiatif dan melakukan penelitian tentang pengetahuan Xinjiang. Pada awalnya saya sudah tahu pemenang Hadiah Istimewa akan diberi kesempatan untuk berwisata ke Xinjiang Tiongkok, tapi secara terus terang, saya tidak mengira bisa memenangkan hadiah tersebut.”

Salih Sinan Onus asl Turki : ” sebelumnya karena kekurangan sumber informasi yang netral, maka sering terganggu oleh pandangan media Barat dalam mengenal Tiongkok. Melalui sayembara pengetahuan kali ini, saya dapat dengan mata kepala sendiri mengenal Xinjiang, bahkan Tiongkok.”

Leave a comment

Your comment