Prangko 1 Abad Muhammadiyah
Last Issues
6 Februari: Penerbitan prangko Seri Shio Macan
1 Maret: Penerbitan Prangko Definitif Seri Kebudayaan
19 April: Penerbitan Seri Piala Dunia Afrika Selatan 2010
5 Juni: Penerbitan Seri Peduli Lingkungan
03 Juli : 1 Abad Muhammadiyah
Persyarikatan Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan di kampung Kauman Yogyakarta pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 November 1912. Persyarikatan Muhammadiyah didirikan untuk mendukung usaha KH. Ahmad Dahlan dalam memurnikan ajaran Islam yang dianggap banyak dipengaruhi hal-hal mistik. Kegiatan ini pada awalnya juga memiliki basis dakwah untuk wanita dan kaum muda berupa pengajian Sidratul Muntaha. Selain itu peran dalam pendidikan diwujudkan dalam pendirian Sekolah Dasar dan sekolah lanjutan, yang dikenal sebagai Hooge School Muhammadiyah dan selanjutnya berganti nama menjadi Kweek School Muhammadiyah (sekarang dikenal dengan Madrasah Mu’allimin khusus laki-laki yang bertempat di Patangpuluhan kecamatan Wirobrajan dan Mu’allimat Muhammadiyah khusus untuk perempuan di Suronatan Yogyakarta.
Pada masa kepemimpinan Ahmad Dahlan (1912-1923), pengaruh Muhammadiyah terbatas di sekitar Yogya. Pada tahun 1925, Abdul Karim Amrullah membawa Muhammadiyah ke Sumatera Barat dengan membuka cabang di Sungai Batang Agam. Dalam tempo yang relatif singkat, arus gelombang Muhammadiyah telah menyebar ke seluruh Sumatera Barat, dan dari daerah inilah kemudian Muhammadiyah bergerak ke seluruh Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Pada tahun 1938, Muhammadiyah telah tersebar ke seluruh Indonesia.
Tujuan utama Muhammadiyah adalah mengembalikan seluruh penyimpangan yang terjadi dalam proses dakwah. Penyimpangan ini sering menyebabkan ajaran Islam bercampur baur dengan kebiasaan di daerah tertentu dengan alasan adaptasi.
Gerakan Muhammadiyah bercirikan semangat membangun tata sosial dan pendidikan masyarakat yang lebih maju dan terdidik. Menampilkan ajaran Islam bukan sekedar agama yang bersifat pribadi dan statis, tetapi dinamis dan berkedudukan sebagai sistem kehidupan manusia dalam segala aspeknya. Akan tetapi, ia juga menampilkan kecenderungan untuk melakukan perbuatan yang ekstrem.
Selama satu abad Persyarikatan Muhammadiyah telah dipimpin oleh 14 Ketua umum, yaitu: KH. Ahmad Dahlan (1912-1923); KH. Ibrahim (1923-1932); KH Hisyam (1932-1936); KH. Mas Mansyur (1936-1942); Ki Bagoes Hadikusumo (1942-1953); Buya AR Sutan Mansur (1953-1959); HM. Yunus Anis (1959-1962); KH. Ahmad Badawi (1962-1968); KH. Faqih Usman (1968-1971); KH. AR Fahruddin (1971-1990); KHA Azhar Basyir (1990-1995); Amien Rais (1995-2000); Syafii Ma’arif (2000-2005); Din Syamsuddin (2005-Sekarang).
Detail Teknis
Prangko
Jenis Penerbitan Peringatan
Kode Produk 101106
Tanggal terbit 03 Juli 2010
Desain 1/3 Masjid Kauman, Yogyakarta
2/3 KH. Ahmad Dahlan
3/3 Muhammadiyah dan Pendidikan
Nominal 3 x Rp 1.500,-
Ukuran 48 x 32 mm
Perforasi 12,75 x 13,50 mm
Komposisi 24 keping (3 x
Harga per set Rp 36.000,-
Warna 4 separasi + 1 invisible ink
Kertas Tulis Russel
Perekat PVA
Proses cetak offset
Jumlah cetak 500.000 set
Perancang DataSign
Pencetak AMG Security Printing

Prangko, SS, SHP
Mini Sheet
Kode produk 101306
Harga Rp 9.000,- per sheet
Jumlah cetak 30.000 set
Perancang DataSign
Sampul Hari Pertama
Kode produk 102106
Harga Rp 6.500,- per set
Jumlah cetak 5.000 set
Perancang Dadan R.
Masa jual 3 Juli 2010 – 31 Desember 2013
Masa laku 3 Juli 2010 – 31 Desember 2015



Je vous remercie pour votre aidesur ce sujet! Blog Génial! Assistance Informatique