Posts Tagged ‘IRIB’
Misi Besar Penerbit Islam
July 2nd, 2010 Posted 4:13 pm
Para pegiat di ranah penerbitan merupakan mata rantai yang mengaitkan ilmuwan dan penulis dengan publik. Sementara buku sebagai karya kultural yang paling berharga merupakan hasil dari interaksi tersebut.
Sebagaimana sektor lainnya, dunia penerbitan juga memerlukan jalinan kerjasama dan interaksi yang luas. Dengan kata lain, para penggerak dunia penerbitan hanya akan berhasil mencapai kesuksesan jika di antara mereka terjalin hubungan yang erat dan progresif. Kerjasama dan pertukaran pemikiran dan informasi di tingkat nasional, regional, dan internasional merupakan salah satu mekanisme efektif untuk menghasilkan prestasi positif di ranah penerbitan. Karena itu tidak heran jika belakangan ini banyak bermunculan pelbagai organisasi yang menghimpun para pegiat penerbitan dan berbagai anasir terkait.
Ranah penerbitan di dunia Islam merupakan bagian penting dari masyarakat penerbitan internasional. Meski menyimpan banyak potensi dan kemampuan yang tinggi, namun interaksi dunia penerbitan di lingkungan negara-negara Islam belum tergarap secara maksimal dan masih terasa adanya jarak lebar yang perlu dieratkan. Perlunya upaya untuk saling mengenal di antara sesama penerbit dunia Islam dan mengusahakan langkah kooperatif yang sistematis untuk mencapai tujuan bersama merupakan misi yang diusung dalam Konferensi Internasional Penerbit Dunia Islam yang digelar beberapa hari lalu di Tehran.
Untuk pertama kalinya, Konferensi Internasional Penerbit Dunia Islam untuk digelar. Konferensi itu diselenggarakan 20 hingga 21 Juni lalu di Tehran dan dihadiri lebih dari 60 penerbit, penulis dan penerjemah muslim lebih dari 30 negara dunia, termasuk dari Indonesia dan penerbit Islam dari negara-negara non-muslim seperti Inggris, Rusia, Cina, dan Afrika Selatan.
Dalam konferensi ini, selain dilaksanakan sidang umum, juga membahas beragam makalah mengenai kemampuan dan potensi penerbitan muslim dan tantangan yang dihadapinya. Di samping itu, konferensi tersebut juga menggelar rangkaian seminar tematik yang membahas secara khusus tema tertentu seperti penerbitan Al-Quran dan pengetahuan Al-Quran, penerbitan elektronik di dunia Islam, hak-hak penulis dan penerjemah di dunia Islam, serta pencarian tema pemikiran dan budaya yang diperlukan masyarakat muslim.
Sekjen Konferensi Internasional Pertama Penerbit Dunia Islam, Ali Zarei Najafdari menyatakan bahwa tujuan digelarnya konferensi ini untuk mengaktualisasikan potensi penerbit dunia Islam dalam merealisasikan tujuan luhur Al-Quran dan para pemimpin agama. Dia menambahkan, “Digelarnya konferensi ini semakin menampakkan betapa pentingnya aktifitas penerbitan dan peran positifnya dalam membangun persatuan Islam. Di samping itu, pertemuan internasional ini juga membuka kesempatan tepat untuk mengkaji tantangan yang dihadapi penerbit dunia Islam”.
Buku terbilang sebagai karya budaya yang paling bernilai lantaran bisa dijadikan sebagai perangkat penting dalam menggerakkan umat Islam dan membangun kemajuan. Buku merupakan salah satu perangkat komunikasi antar pemikiran yang paling hidup dan dinamis. Jika sebuah pemikiran terpelihara dalam buku maka pemikiran tersebut berpeluang tidak akan hilang ditelan waktu dan terus terabadikan.
Di samping penulisan, penerbitan dan membaca merupakan mata rantai lain aktivitas kebudayaan yang paling berpengaruh dan memegang andil penting dalam memajukan pola pikir masyarakat.
Misi utama yang ditempuh Konferensi Internasional Pertama Penerbit Dunia Islam untuk menghimpun para penerbit muslim dan membangun jalinan interaksi yang erat di antara mereka merupakan langkah awal untuk membentuk sebuah organisasi.
Tentu saja, misi yang diemban para penerbit Islam bukan sekedar mencetak dan menerbitkan buku, tapi juga memikul tanggung jawab yang lebih besar yaitu menyebarkan pemikiran Islam di kancah global dan menangkal pelbagai pandangan anti-Islam. Poin inilah yang digariskan oleh Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad dalam sambutannya di pembukaan konferensi. Ia menegaskan, “Misi pertama dari menginternasionalkan terbitannya adalah untuk menghadang pandangan keliru Barat tentang Islam”.
Presiden Ahmadinejad juga mengajak para penerbit untuk turut peduli menentang gerakan Islamofobia yang kian marak di berbagai belahan dunia. Ia menyebut gerakan semacam itu pada gilirannya akan menjadi gerakan anti-agama, karena tak hanya Islam yang diserang, tetapi juga Kristen.
Senada dengan Ahmadinejad yang memperingatkan umat Islam untuk waspada terhadap penyebaran pemikiran Barat, Ketua Dewan Syuro Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (Ijabi). Dr. Jalaluddin Rakhmat memaparkan isu revolusi buku elektronik atau e-book dan kaitannya dengan gerakan kapitalisme. Ia menilai, produksi dan distribusi buku elektronik yang hanya dimonopoli oleh para pemodal besar Barat rentan dimanfaatkan untuk disusupi muatan buku yang hanya menyuarakan pemikiran Barat.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Republik Islam Iran, Sayyid Mohammad Hosseini menyatakan, penyelenggaraan Konferensi Internasional Pertama Penerbit Dunia Islam akan memperkokoh ikatan umat Islam di seluruh dunia. Ia mengatakan, pertemuan ini merupakan sarana untuk memperluas hubungan, sekaligus memperkokoh ikatan antarpenerbit dunia Islam.
Di bagian lain statemennya, ia mengungkapkan, penerbit-penerbit muslim memiliki berbagai kesamaan yang bisa memperkokoh peran kolektif umat Islam di dunia penerbitan buku internasional.
Abdullah Hanafi, wakil Mesir dalam konferensi penerbit Islam saat menyinggung soal peran pemikiran dan buku dalam membangun kedewasaan masyarakat menuturkan, “Kini penerbit memiliki posisi yang luhur sebagai mata rantai yang menyambungkan penulis dan peneliti dengan masyarakat. Jika kita memberikan perhatian tentang pemikiran dan buku, kita pun akan bisa menggapai kemajuan”.
Di sisi lain, Abdul Halim, utusan dari Suriah menyoroti masalah pentingnya memanfaatkan perangkat modern untuk mengembangkan potensi penerbitan dunia Islam. Ia memaparkan, “Selain berupaya memperluas riset dan produksi pemikiran, perlu juga diupayakan untuk memanfaatkan perangkat modern untuk memajukan dunia penerbitan dan pembelaan terhadap hak-hak pegiat penerbitan. Kini urgensi penerapan aturan hak cipta dan pembuatan undang-undang untuk mencegah terjadinya pencurian budaya semakin dirasa makin perlu dilakukan”.
Ketua Organisasi Budaya dan Hubungan Islam Iran, Mehdi Mostafavi adalah salah seorang pembicara lainnya dalam konferensi. Dalam orasinya, ia menekankan pentingnya penerjemahan Al-Quran dalam berbagai bahasa di dunia dan menyatakan, “Landasan pemikiran dan pergerakan kami di Republik Islam Iran adalah ajaran dan nilai-nilai Al-Quran. Karena itu, wajar jika seluruh kegiatan kita berpusat pada Al-Quran”.
Lebih lanjut ia menambahkan, “Salah satu peluang yang bisa kita manfaatkan untuk menyebarkan nilai-nilai Al-Quran kepada dunia adalah melalui penerjemahan kitab suci ini ke dalam berbagai bahasa. Karena itu penerjemahan dan tafsir Al-Quran merupakan salah satu isu penting yang perlu digarap di dunia penerbitan dan lantaran isu ini memiliki sensitivitas tinggi, maka perlu dijadikan sebagai prioritas utama penerbit muslim di seluruh dunia”. (IRIB/LV/NA)
Tags: IRIB, Media Islam
Posted in Kliping, Komunitas IRIB
Komunitas IRIB: Mengenang Pakar Linguistik Iran
May 16th, 2010 Posted 2:09 pm
Mengenang Dr. Haqshenas, Pakar Linguistik Iran
Mengenang Dr. Haqshenas, Pakar Linguistik IranJumat, 30 April lalu, masyarakat intelektual dan sastrawan Iran berduka dengan wafatnya, Dr. Ali Mohammad Haqshenas, pakar liguistik, penulis kamus, dan penterjemah kontemporer kenamaan Iran. Ia sangat dikenal dengan baik oleh masyarakat sastra dan budaya Iran. Laku cendikianya bahkan selalu menjadi buah bibir di kalangan rekan sejawat dan mahasiswanya.
Hidup sesaat
selaksa relung di dalamnya
sesak penuh oleh hingar bingarnya umur
di sebuah jalan
yang setiap langkahnya adalah kematian lain
kita mesti waspada
Jika masa itu telah usai
Maka pergilah sudah
Pergi
Saat bertutur tentang kehidupan pribadinya, Dr Haqshenas berkata, “Sejujurnya, kehidupan saya bukanlah cerita yang menarik. Karena tak ada yang patut untuk diceritakan. Kehidupan seorang akademis, seorang guru, yang terbentuk dari rutinitas hidup yang jauh dari hingar bingar pesta, ramainya perjamuan tamu, asyiknya perjalanan, serunya tontonan bioskop, ataupun indahnya mengunjungi suatu tempat istimewa. Sebaliknya, kehidupan saya dipenuhi dengan buku-buku yang sudah terbaca, kertas-kertas yang sudah menghitam penuh dengan goresan, kitab-kitab yang sudah terterjemahkan atau pun tulisan dan sebangsanya”.
Pakar bahasa asal Iran ini lahir di sebuah keluarga yang agamis. Bapaknya seorang pedagang, sementara pamannya seoarang ulama. Pamannya yang bernama Sayid Ebrahim Haqshenas inilah yang memainkan andil penting dalam membangun pribadi keponakannya itu. Dr Haqshenas menandaskan, “Pengaruh beliau dalam kehidupan saya sedemikian rupanya hingga saya berani katakan, semua kebaikan yang ada dalam diri saya berasal darinya. Beliau adalah seorang yang sangat lemah lembut, jujur, dan dermawan. Jika hidup saya melangkah menuju kebaikan, semuanya itu berkat bimbingan beliau. Jika beliau tak pernah ada dalam kehidupan saya, niscaya saya sekarang menjadi pribadi yang lain”.
Haqshenas mengenyam pendidikan dasarnya hingga kelas 9 di kota kecil, Jahrom. Setelah itu, dia melanjutkan pendidikan sastranya di Shiraz dan disana ia berhasil meraih gelar diploma di bidang sastra. Pada tahun 1950, ia memulai pendidikan tingginya di fakultas sastra, Daneshsaraye-aali (Universitas Pendidikan Guru) di Tehran dan berhasil menjadi lulusan terbaik. Dr. Zabihollah Safa, Prof. Badiozzaman Forouzanfar, Dr. Zeyaoddin Sajjadi, Amir Hossein Aryanpour, dan Dr. Mohammad Jafar Mahjoub merupakan para guru Dr. Haqshenas saat ia masih duduk di bangku sarjana.
Pada tahun 1965, Dr. Haqshenas meneruskan pendidikan tingginya ke Inggris, di fakultas linguistik, School of Oriental and African Studies (SOAS), London. Tugas akhir pendidikan tingginya, mengambil tema fonetik dan fonology bahasa Persia.
Pada tahun 1973, Dr. Haqshenas kembali ke Iran. Pada mulanya ia bergabung di Universitas Nasional (saat ini berubah nama menjadi Universitas Shahid Beheshti), di divisi bahasa dan sastra Inggris. Kemudian ia beralih ke divisi linguistik Universitas Tehran. Dan akhirnya pada tahun 2005, ia mengakhiri masa baktinya. Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Kaji Ulang Metode Penulisan dan Huruf Persia. Pada tahun 2006, Dr Haqshenas dinobatkan sebagai Tokoh Abadi Linguistik Iran. Dan dua tahun lalu, ia terpilih sebagai ketua Organisasi Kritik Sastra Iran.
Salah satu karya besarnya di bidang penulisan kamus, Kamus Moaser Hezareh Inggris-Persia. Kamus yang diterbitkan pada tahun 2000 ini merupakan hasil kerjasamanya dengan Dr. Hosein Samei, dan Narges Entekhabi. Hingga kini, kamus tersebut telah dicetak ulang sebanyak 25 kali. Dan terpilih sebagai buku terbaik dalam ajang Book of The Year Iran yang ke-20.
Kamus dwibahasa ini berisi 55 ribu masukan dan 30 ribu ungkapan. Kamus tersebut memiliki banyak keunggulan dibanding kamus sejenis. Salah satu keistimewaannya adalah pencantuman arti bahasa dan istilah dalam berbagai konteks ragam bahasa percakapan dan penulisan Persia, sehingga mempermudah proses penerjemahan.
Teliti dalam menyusun dan memilih kata, merupakan keistimewaan lain kamus Moaser Hezareh. Sekitar 300 ribu kata padanan bahasa Persia, disertai dengan keterangan leksikalnya, turut dicantumkan dalam kamus tersebut. Kamus ini merupakan rujukan dasar di bidang penulisan kamus bahasa Persia.
Dr. Haqshenas menulis banyak makalah di bidang linguistik dan fonetik. Kumpulan makalahnya itu lantas dibukukan dalam sebuah buku berjudul Maqalate Adabi, Zaban-Shenakhti (Makalah Sastra, Linguistik) yang diterbitkan pada 1991. Ia adalah pakar fonetik, semantik, semiotika, dan morfologi. Buku fonetik karyanya merupakan rujukan dasar dan buku pelajaran utama bidang tersebut di Iran.
Karya terjemahan Dr Haqshenas atas dua jilid buku Sejarah Linguistik tulisan Peter AM Seuren dinobatkan sebagai book of the year Iran yang ke-27 pada tahun 2010. Namun, ia belum sempat melanjutkan jilid ketiganya lantaran didera sakit.
Dr. Haqshenas memang dikenal sebagai penerjemah yang ulung. Kemampuannya dalam menguasai arti kata dan keterampilannya dalam mencari padanan kata yang tepat dan teliti, disertai dengan citarasa sastranya, membuat karya-karya terjemahannya begitu memikat dan banyak menorehkan jasa besar di bidang bahasa dan sastra. Dalam metode penerjemahannya, ia banyak memberikan keberanian dan kebebasan bagi penerjemah. Ia lebih memilih untuk menyampaikan pesan yang sebenarnya, ketimbang terikat pada arti leksikalnya yang kaku.
Di mata Haqshenas, terjemah adalah proses penciptaan dan kreatifitas. Ia meyakini, “Saat anda menerjemahkan suatu naskah atau buku, anda sebenarnya memiliki misi yang sama sebagaimana sang penulis. Yaitu, anda ingin menulis kembali buku atau naskah tersebut. Karena itu, anda mempunyai hak untuk bertindak secara kreatif dalam proses penulisan ulang ini. Kreatif namun tetap komitmen dalam mempertahankan pesan, gaya, prinsip penerjemahan, ungkapan, dan kalimat. Bukan hanya menerjemahkan suatu naskah secara parsial, tapi menerjemahkannya sebagai satu kesatuan yang saling terkait, seperti air laut yang menyatu dan bukan terpisah-pisah”.
Karya terjemahan Dr. Haqshenas terdiri atas dua ragam.Yang pertama terkait dengan tema-tema linguistik, sedang lainnya mengenai penerjemahan karya sastra. Terjemahannya atas buku pakar linguistik asal AS, Leoanad Bloofilen berjudul Language banyak memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu bahasa di Iran. Selain itu, terjemahan Dr. Haqshenas atas buku Peter AM Seuren bertajuk Review of Western Linguistics kini juga menjadi salah satu buku rujukan penting di bidang pendidikan linguistik di Iran.
Di bidang sastra pun, ia banyak menerjemahkan sejumlah karya penting seperti Roman di Mata Para Penulis Roman, Tolstoy, dan Budha. Mengomentari kepakarannya di bidang linguistik dan penerjemahan sastra ini, Dr. Haqshenas menuturkan sendiri bahwa otaknya di linguistik, namunnya hatinya berdenyut di sastra.
Salah satu bidang lain yang digeluti Dr. Haqshenas adalah kritik dan teori sastra. Ia berpendapat, “Kritik adalah melihat diri lewat cermin orang lain. Kritik dimulai dari diri manusia itu sendiri, dan pada peringkat pertamanya bersumber dari diri manusia itu juga”. Menurut pakar linguistik kenamaan Iran itu, linguistik dan kritik sastra merupakan landasan untuk mengenal sastra dan berperan sebagai peranti dalam mengenal karya sastra.
Dr. Haqshenas dikenal juga sebagai tokoh pemikir yang moderat. Kemoderatannya itu lahir dari bentangan telaahnya yang begitu luas dan mendalam sehingga menjadikannya sebagai sosok yang santun dan sabar.
Pakar bahasa yang dinobatkan sebagai tokoh linguistik Iran ini juga dikenal sebagai penyair. Hingga ini kini ia telah meninggalkan dua antalogi puisinya berjudul Budan dar seer va ayeneh (Eksis dalam Puisi dan Cermin) dan Budeganiha (Para Eksisten). Mengutip kata-katanya sendiri tentang puisi-puisinya, Haqshenas berkata, “Dalam alam puisi, aku serahkan diriku pada puisi-puisiku hingga mengalir dan membuncah dalam diri ini. Puisi bukan dalam kuasaku, akulah yang berada dalam kuasa puisiku. Puisi seperti bersin yang terlontar begitu saja”.
(Sumber: http://indonesian.irib.ir/index.php/politik/63-sosial/21656-mengenang-dr-haqshenas-pakar-linguistik-iran.html)
Tags: IRIB, Kpmunitas IRIB, Pakar Linguistik
Posted in Facebook, Komunitas IRIB
Kliping Pekan Ini
December 19th, 2009 Posted 1:47 pm
Swara Timor Repot Menghadapi KPID
Radio Swara Timor di Kupang merasa dipersulit oleh KPID Komisi Penyiaran Indipenden Daerah. Lembaga ini terkesan mencari-cari kesalahan.
Komisi Penyiaran Indipenden Daerah, KPID adalah sebuah lembaga pengayom masyarakat dan media di daerah. Namun tidak semua pejabat KPID memiliki kompetensi dalam menjalankan tugasnya. Sehingga dampaknya bisa mempersulit kinerja radio. Hal itu dialami Radio Swara Timor di Kupang. “KPID terkesan mencari-cari kesalahan,” kata Jefvertson Lolang, program director Radio Swara Timor.
Yogya Beda
Ia mengalami sendiri sulitnya menjadi pengusaha media lokal di NTT dan Kupang khususnya untuk mendapatkan ijin stasion radio. Pengalaman di Kupang ini sebenarnya bertolak belakang dengan yang dialaminya selama 9 tahun berkecimpung di dunia penyiaran radio di Yogyakarta. KPID di Yogyakarta dirasakannya cukup akomodatif. “Apalagi dengan radio-radio yang sudah eksis sebelum munculnya KPI.”
KPID di Kupang, berbeda dengan di Yogjakarta. Walaupun Radio Swara Timor sudah berdiri sebelum KPID ada, tetap mengalami masalah dengan lembaga indipenden ini. Swara Timor mengajukan permohonan perijinan sejak tahun 2003. “Setelah muncul KPI dan diatur dalam Undang-undang, akhirnya proses perijinan itu digantung dari tahun 2005 sampai akhir 2009,” kata Lolang.
Mengada-ada
Sejak terjadi pergantian pengurus di KPID, berlaku aturan ketat yang imbasnya terasa pada media di Kupang. Walaupun Swara Timor mengikuti aturan baru, KIPD lewat suratnya mempertanyakan materi dan meminta klarifikasi tentang sebuah siaran Swara Timor.
Beberapa kali upaya mengklarifikasi baik secara lisan maupun tulisan, tidak juga meyakinkan pihak KPID. “Padahal kami termasuk yang paling lengkap soal persayarat dan pengarsipan di Kupang ini.” Tegas Jefvertson Lolang.
“Kesalahan-kesalahan yang disebutkan KIPD, tidak masuk akal. Karena hal itu tidak ada dalam siaran kami. Dalam semua arsip dan rekaman yang dimaksud tapi kami tidak menemukan hal-hal yang mereka maksudkan. Dan mereka juga tidak bisa membuktikan.” kata pria yang juga aktif di Facebook ini.
Melihat kejanggalan kasus ini, pihak Swara Timor mulai menangkap kesan Komisi Penyiaran mengada-ada.
Sebab Lain
Lolang menduga, ada pihak lain yang mempengaruhi KPID untuk mempersulit Swara Timor. Sebab ada 19 radio di NTT dan sebagian besar satu kota dengan Swara Timor. “Ada semacam persaingan tidak dewasa yang dilakukan teman-teman radio yang tidak hanya bersaing dalam bentuk siaran atau acara, tetapi mereka juga melakukan persaingan secara personal antar sesama pelaku radio.”
Ada indikasi mencari pendekatan dengan KPI. “Tampaknya siapa yang lebih ‘dekat dan kuat lobinya’ dengan KPI akan menjadi anak emasnya KPI. Dia akan lebih diuntungkan.”
Berdasarkan pengalaman ini Lolang mulai meragukan kompetensi beberapa anggota KPI yang tidak memenuhi syarat Undang-Undang 32 tentang penyiaran pasal 8 ayat 3 dan pasal 10 ayat 1.
“kenyataannnya yang duduk sebagai anggota KPID NTT tidak memiliki kompetensi di bidang penyiaran karena mereka sendiri belum pernah terlibat dalam suatu lembaga penyiaran,” kata Lolang.
=========================
Datangnya Era Baru Pemakaian Smart Phone
Pagi hari bagi pengguna Smart Phone
Pengguna Smart Phone, telepon pintar bangun pada pukul 6 pagi, setelah mendengar bunyi lonceng, nada untuk membangunkan. kemudian menegaskan ramalan cuaca, jadwal pekerjaan harian dan warta berita semalam, semuanya dengan menggunakan Smart Phone. Kemudian, dengan akses Smartphone, pengguna dapat memilih warna baju dan dasi yang cocok untuk hari itu sesuai dengan trend akhir-akhir ini. Dalam perjalanan menuju kantor, pengguna dapat membaca audiobook dan e-mail melalui Smart Phone. Semua hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan Smart Phone atau telepon pintar.
| Komputer genggam, Smart Phone |
Sejak dikembangkannya DynaTac 800 x, telepon seluler pertama di seluruh dunia oleh Motorola pada tahun 1984 lalu, teknologi telepon seluler terus dikembangkan untuk disesualikan dengan kehidupan sehari-hari umat manusia. Misalnya, teknologi penerapan kamera, MP3, kartu kredit, dan fungsi televisi pada telepon seluler, meningkatkan arti telepon seluler dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, datangnya era Smart Phone berhasil memecahkan dinding antara telepon seluler dengan komputer. Smart Phone dapat dikatakan sebagai komputer genggam yang menggabungkan fungsi ponsel dengan berbagai fungsi komputer antara lain, kamus elektronik, pengontrolan jadwal pekerjaan, daftar alamat, kamera digital, MP3 Player, buku elektronik, dan fungsi video. Smart Phone juga dipasang fungsi tambahan, termasuk jaringan internet tanpa kabel, GPS, dan peta yang dapat membantu pencarian lokasi yang dituju dengan mudah. Kapan Smart Phone mulai dikomersialisasikan?
| Asal usul Smart Phone |
Sekitar 10 tahun yang lalu, perusahaan Palm, manufaktur PDA Amerika Serikat berhasil memproduksi module telekomunikasi PDA yang dipasangi sistem operasi. Dengan kata lain, keberhasilan tersebut berarti bahwa jaringan internet pindah dari sistem komputer ke sistem telepon seluler. Sejak itu, sejumlah besar pengguna seluler phone menaruh perhatian khusus pada PDA, komputer mini, tetapi pada waktu itu Smart Phone masih menghadapi berbagai kendala untuk memasuki era komersialisasi. PDA perusahaan Palm Amerika Serikat tersebut masih relatif besar untuk digunakan dengan satu tangan dan cara aksesnya juga masih rumit. Pada tahun 2002 lalu, perusahaan RIM Kanada berhasil mengembangkan blackberry, salah satu Smart phone yang cocok dengan selera pengguna ponsel. Ditambah lagi, iPhone, produk perusahaan Apple Amerika Serikat berhasil membuka era komersialisasi Smart Phone di dunia.
| iPhone, revolusi Smart Phone |
Keunggulan iPhone adalah desain unik, layar sentuh, kecepatan akses tinggi, dan App.store. iPhone dapat mengakses sekitar 100 ribu buah kontent termasuk warta berita, peta, permainan, selain fungsi yang telah dipasang. Sesuai dengan isi kontents, Smart Phone dapat diubah fungsinya, sebagai PMP, alat permainan, atau audio book tanpa batas apapun. Pasar Smart Phone kini terus berkembang pesat di dunia internasional khususnya negara-negara maju. Kini Smart Phone berhasil menjangkau pangsa pasar 15 persen di pasar telepon seluler internasional dan angka itu akann menjadi 17 persen pada tahun 2010 mendatang. Masyarakat Korea Selatan akhir-akhir ini juga mulai menggunakan Smart Phone.
| iPhonb dan Omnia |
Pada tanggal 28 Nopember, iPhone, produk perusahaan Apple Amerika Serikat untuk pertama kali, tampil di pasar dalam negeri Korea Selatan. Hal ini dapat terjadi karena pemerintah Korea Selatan pada bulan April lalu mencabut kewajiban penggunaan sistem mobile produksi Korea Selatan pada produksi telepon seluler. Dengan kata lain, berbagai jenis Smart Phone produksi asing, kini terus mencoba pasar dalam negeri Korea Selatan. Menanggapi serangan Smart Phone buatan asing, perusahaan-perusahaan elektronik Korea Selatan, termasuk Samsung dan LG kini berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan Smart Phone baru termasuk Omnia Samsung agar memperoleh kemenangan dalam persaingan di pasar dalam negeri Korea. Melalui persaingan sengit itu, Smart Phone akan terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari umat manusia di atas bumi ini.
===============================
Anda dapat mendengarkan berbagai program dari KBS World Radio lewat telepon genggam NOKIA. Jika Applikasi “Nokia Internet Radio” telah dipasang di telepon genggam anda, anda dapat menemukan KBS World Radio lewat pencarian yang mudah. Namun dapat digunakan setelah dihubungkan dengan Internet lewat WiFi(internet tanpa kabel) atau 3G dll..
Anda dapat mendengarkan saluran Program atau musik dari KBS World Radio dimana saja yang memiliki jaringan internet. Saluran Program menyediakan berbagai Program dan Berita dalam 11 bahasa, dan saluran Musik menyediakan lagu pop Korea yang paling populer saat ini.
========================
Indonesia Larang Perusahaan Telekomunikasi Berhubungan dengan Zionis
Departemen Komunikasi dan Informatika Indonesia melarang perusahaan telekomunikasi negara ini menjalin segala bentuk kerjasama dengan perusahaan telekomunikasi Rezim Zionis Israel. Kepala Humas dan Pusat Informasi Depkominfo Gatot S. Dewa Broto hari ini (Selasa, 15/12) mengatakan, masalah pelarangan itu diatur dalam Pasal 21 UU No 36/99. Dikatakannya, “Dalam pasal itu secara tegas dikatakan penyelenggara telekomunikasi dilarang melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan gangguan ketertiban umum, melanggar kesusilaan, dan menggangu keamanan. Menggunakan produk dari negara yang tidak ada hubungan diplomatik itu kan berpotensi menganggu keamanan.”
Gatot memperingatkan bahwa sanksi dari melanggar pasal tersebut adalah pencabutan izin bagi penyelenggara. Di bagian lain statemennya, Juru bicara Departemen Komunikasi dan Informatika, menekankan bahwa segala bentuk kerjasama antara perusahaan telekomunikasi Indonesia dengan rezim Zionis maupun keberadaan perusahaan telekomunikasi Israel di Indonesia akan mengancam keamanan negara ini dan pemerintah Indonesia akan bertindak keras.
Saat menjawab pertanyaan mengenai keberadaan sebuah perusahaan telekomunikasi Israel dalam proyek pembangunan jaringan wimax di negara ini, Gatot menuturkan, segala bentuk kerjasama antara perusahaan telekomunikasi Indonesia dan rezim Zionis melanggar pasal 21 undang-undang telekomunikasi Indonesia, dan Departemen Telekomunikasi dan Informatika akan menindaknya.
Sebelumnya beredar kabar salah satu manufaktur lokal yang mengajukan Type Approval (TA) untuk perangkat wimax di frekuensi 3,3 GHz yakni PT Abhimata Cipta Abadi menggandeng perusahaan asal Israel, Alvarion, untuk sharing teknologi.
====================
Tiongkok Blokir 300 Ribu Lebih Situs Web Porno Asing
CRI, Wakil Direktur Asosiasi Internet Tiongkok, Huang Chengqing hari ini (15/12) memperkenalkan, sejak tahun 2003, Tiongkok telah memblokir 300 ribu lebih situs web porno dari luar negeri.
Dalam rapat bertema ‘dengan tegas menolak pornografi situs web’ yang diorganisasi Asosiasi Internet Tiongkok hari ini, Huang Chengqing menyatakan, bahwa meski internet tidak mempunyai perbatasan negeri, namun setiap negara mempunyai ciri khas budaya sendiri. Kini, sebagian situs web luar negeri berulang kali menyampaikan informasi porno melalui video, gambar dan tulisan terhadap Tiongkok, dan berusaha menghindari diri dari pemeriksaan dan hukuman melalui pengubahan alamat IP. Untuk itu, Tiongkok telah menyediakan dana dalam jumlah besar demi memblokirnya.
===========================
Wartawan Paling Banyak Terbunuh di 2009
Tahun ini, jumlah wartawan yang terbunuh di seluruh dunia mencapai angka tertinggi. 68 orang wartawan tewas. Berarti mengalahkan rekor tahun 2007, dengan korban 67 orang.
Laporan ini diterbitkan organisasi wartawan Committee to Protect Journalists (CPJ.
Kebanyakan korban adalah wartawan lokal yang mewartakan kejadian-kejadian di daerah. Terutama pembantaian di Filipina Selatan, menambah tinggi angka kematian wartawan tahun ini. November lalu klan Ampatuan di Filipina selatan membantai dua puluhan orang lawan politik dan 31 para wartawan peliput.
Selain itu sembilan wartawan di Somalia dan empat di Irak terbunuh. Tahun ini korban wartawan di Irak terrendah sejak invasi Amerika tahun 2003.
=============================
Pelajaran Bahasa Jepang – Kursus Tingkat Menengah
Uji Kemampuan Anda Dalam Berbahasa Jepang
Ini adalah situs Pelajaran Bahasa Jepang tingkat menengah. Disini anda bisa mempelajari kembali ungkapan-ungkapan penting yang diudarakan dalam serial Belajar Berbahasa Jepang, “Jepang Sayangku.” Disini anda juga bisa menguji kemampuan mendengarkan dalam Bahasa Jepang.
Kami akan mengambil sejumlah ungkapan dari pelajaran-pelajaran yang lalu. Ungkapan itu adalah yang sering dipergunakan, atau yang sedikit lebih sulit atau yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi. Namun kali ini semuanya dijelaskan dalam Bahasa Jepang. Semuanya disampaikan secara pelan dengan teks yang menggunakan karakter hiragana dan katakana.
Mengapa anda tidak mencoba menguji kemampuan Berbahasa Jepang anda melalui program “Dengar dan Pahami”?
Sampaikan tanggapan anda. Radio Jepang mengundang tanggapan dan gagasan anda mengenai program Belajar Bahasa Jepang kami, termasuk juga pertanyaan mengenai masalah atau pertanyaan dalam mempelajari Bahasa Jepang. Kami menantikan komentar anda. Silahkan klik disini untuk mengirimkan surat kepada kami.
Pilih bagian yang ingin anda akses dan klik pada bagian layar. Kontennya akan segera muncul.
Anda mungkin akan kesulitan melihatnya, tergantung pada setelan perangkat lunak dan perangkat keras komputer anda serta kondisi jaringan internet anda.
“DOMO – ARIGATO – GOZAIMASU.” Dan “DOZO – YOROSHIKU”
Pelajaran ini akan mengulas ungkapan salam dan ucapan terimakasih.
Tokoh utamanya adalah Leo. Leo selama ini mempelajari seni beladiri Jepang Aikido dan ingin sekali berlatih di Jepang, negara asal Aikido. Untuk itu ia giat belajar Bahasa Jepang. Mimpinya pun terwujud dan ia datang ke Jepang untuk belajar aikido. Ia tiba di Bandara Narita – pintu gerbang ke ibukota Tokyo, dimana ia berbincang dengan seorang wanita Jepang yang memberitahukan bahwa paspor Leo terjatuh.
Perhatikan halaman-halaman berikut ini yang terkait dengan pelajaran tersebut
Bagian 2
“RENRAKUSAKI – WO OSHIETE – KUREMASEN – KA?”, “ONEGAI SHIMASU” dan “SORE – JA, MATA”
Pelajaran ini akan mengulas ungkapan-ungkapan untuk meminta sesuatu dan mengucapkan selamat tinggal.
Tokoh utamanya adalah Leo, yang baru pertama kali berkunjung ke Jepang. Di bandara ia bertemu dengan seorang wanita Jepang bernama Mika. Merekapun naik bis limousine bandara menuju ke Tokyo. Mereka berbicara tentang tempat asal masing-masing. Bis tersebut tiba di Shinjuku dan mereka saling menyampaikan selamat tinggal. Leo ingin tetap bisa berhubungan dengan Mika. Iapun bertanya bagaimana cara menghubunginya. Mika dengan senang hati menyanggupi.
Perhatikan halaman-halaman berikut ini yang terkait dengan pelajaran tersebut
Bagian 3
“OHAYO – GOZAIMASU.” “ITADAKI-MASU” dan “TOTTEMO OISE – DESU”
Pelajaran ini mengulas soal ungkapan yang digunakan saat makan.
Leo, tokoh utama yang datang ke Jepang untuk belajar Aikido akan tinggal di rumah pelatih aikidonya, Masaki. Kehidupannya di Jepang pun dimulai. Berikut adegan saat sarapan dengan keluarga tempatnya tinggal.
Perhatikan halaman-halaman berikut ini yang terkait dengan pelajaran tersebut
Bagian 4
“AIKIDO – WO BENKYO – SURU TAME NI KIMASHITA” dan “KEKO – NI IKI – MASHO”
Tags: IRIB, NHK, Suara Timor
Posted in Info RLN
Update Frekuensi IRIB
December 16th, 2009 Posted 1:06 pm
VOIRI/IRIB Iran B09 multi schedule
Effective to: 28 March 2010; All times UTC
Albanian
0630-0727 on 13810; 15235
1830-1927 on 6100; 7285
2030-2127 on 6100; 9740
Arabic
0230-0527 on 6065; 9895
0230-0527 on 7350 “Al-Quds TV”
0330-0427 on 7250; 9505 “Voice of Palestine”
0530-0827 on 13790; 13800; 15545
0830-1027 on 9885; 13790; 13800; 15545
1030-1427 on 13790; 13800; 15545
1430-1627 on 15545
1630-2027 on 6065
2030-0227 on 3985; 6065
Armenian
0300-0327 on 7295; 7325
0930-0957 on 9695; 15260
1630-1727 on 6185; 7230
Azeri
0330-0527 on 9865
1430-1657 on 6200
Bengali
0030-0127 on 5905; 6185
0830-0927 on 11705
1430-1527 on 5910; 5920; 7380
Bosnian
0530-0627 on 13760; 15235
1730-1827 on 5945; 7295
2130-2227 on 5950; 9710
Chinese
1200-1257 on 9900; 11670; 13645; 15150
2330-0027 on 5945; 7325; 9635
Dari
0300-0627 on 9875; 13740
0830-1157 on 11670; 13720
1200-1427 on 9940; 13720
1430-1457 on 9940
English
0130-0227 on 6120; 7250 “Voice of Justice”
1030-1127 on 15460; 17660
1530-1627 on 6160; 7380
1930-2027 on 6010 #6040; 7320; 9855; 11695
German
0730-0827 on 15085; 17590
1730-1827 on #6105; 6205; 7380
French
0630-0727 on 13600; 15425
1830-1927 on #6025; 6180; 7380; 9565
Hausa
0600-0657 on 15435; 17810
1830-1927 on 5950; 7335
Hebrew
0430-0457 on 9820; 11925
1200-1227 on 13740; 15390
Hindi
0230-0257 on 13725; 15165
1430-1527 on 7360; 9585
Indonesian
1230-1327 on 15200; 17570
2230-2327 on 5945; 7255
Italian
0630-0727 on #9770; 13620; 15085
1930-1957 on 5890; 7380
Japanese
1330-1427 on 7380; 9905
2100-2157 on 6145; 7260
Kazakh
0130-0227 on 7265; 9500
1530-1627 on 7345; 9660
Kurdish
0330-0427 on 3945; 6145 Sorrani dialect
1330-1427 on 5990 Kirmanji dialect
1430-1527 on 5990 Sorrani dialect
1530-1627 on 5990 Kirmanji dialect
Pashto
0230-0327 on 6095; 6140
0730-0827 on 11990; 15440
1230-1327 on 6200; 7305
1430-1527 on 5890
1630-1727 on 6005; 6015
Russian
0300-0327 on 6040; 9510
0500-0527 on 12025; 15530; 17680; 17780
1430-1527 on #3960; 7345; 9575; 9730
1700-1757 on 3985; 5925
1800-1857 on 6035; 7305
1930-2027 on 3985; 7205
Spanish
0030-0227 on 7225; 9680
0230-0327 on 7225
0530-0627 on 13710; 15320
2030-2127 on 5950; #6055; 7200
Swahili
0400-0457 on 13640; 15260
0830-0927 on 15240; 17660
1730-1827 on 6130; 7365
Tajik
0100-0227 on 5955; 6175
1600-1727 on 5945; 5955
Turkish
0430-0557 on 12060; 13750
1600-1727 on 6175; 7310
Urdu
0130-0227 on 3945; 6030; 6185
1300-1427 on 6175; 9790; 9835
1530-1727 on 5890
Uzbek
0230-0257 on 6040; 6175
1500-1557 on 5945; 7215
# Sitkunai, Lithuania relay.
(R BULGARIA DX MIX News, Ivo Ivanov, via wwdxc BC-DX TopNews Dec 15/DX Mix News # 603 via wb, Germany via shortwave central)
Tags: IRIB, Radio Iran
Posted in English Page, Info RLN



Belajar Bahasa Jepang
Blog RTISI
Networking Journalism DW
Radio Heritage Foundation
The Messenger CRI English
eGlobalProfit
RAPI Wil XII Kab. Pringsewu
BBC London
CRI Online
NHK World
Radio Australia